Balai Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Balai IPTEKnet) BPPT
   
 Telusur Inovasi
 Membership
 Download
 Tips & Trik Hobi

 
 

PUSTAKA IPTEK

Jurnal Saint dan Teknologi BPPT

Link Terkait:
[ Resensi Buku Ilmiah ]
[ Jurnal Saint dan Teknologi BPPT ]
[ Link Perpustakaan ]

Untitled Document

V3.n5.15

JUDUL : PENGGUNAAN PELARUT PETROLEUM-ETHER DAN RESIN SILICA GELL PADA OPTIMASI PROSES HILIR CYCLOSPORINE A

PENGARANG : Sadono Srihardjo


Abstract

The downstream process plays an important role for improving the performance of Cyclosporine A producttion especially for yield enhancement and the quality of final product. In the adsorbtion process, the active compound will be seperated from its impuruties in the feed solution using mixture solvent of Petroleum Ether and Acetone in certain resin column. This stage is one of the series of process stages which as potential impact to increase the yield process. In this process, Silica Gell resin has been used because of its specific charecteristic for adsorbing the active compound of Cyclosporine A from the feed solution by simultaneously of phase contact whereas the masstransfer of this process depends on several parameters like surface area, temperature, pH and time of contact. In this process. Certain compuond from feed solution was separate and adsorbed by porous in Silica Gell resin surface. The adsorbtion stage of downstream process of Cyclosporine A can be catagorized as a physical adsorbtion chemical reaction during the process. The active compound was bound because of the existence of Van DER Walls interaction among molecules whereas in this process the solvent used as adsorbate can move freely from one surface to the others in the adsorbant.

Katakunci : downstream process, adsorbtion, Cyclosporine A, process performance


Sumber :
Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia Vol.3, No.5, (Agustus 2001), hal. 102-109 Humas-BPPT/ANY

PENDAHULUAN

Cyclosporine A, merupakan senyawa kimia yang diproduksi oleh jamur Tolyplocladium inflatum, yang termasuk dalam kelas Hypomycetes dari subdivisi Deuteromycotina. Pada dasarnya jamur mempunyai dua struktur utama yakni terdiri dari satu sel dan multi sel dimana untuk jamur jenis Tolyplocladium inflatum, tergolong multi sel serta membentuk hifa. Hifa yang terbentuk ini bercabang-cabang dan membentuk suatu struktur bangunan seperti anyaman yang bersekat-sekat (bersepta). Jamur Tolyplocladium inflatum, berkembang biak secara vegetatif dengan membentuk spora maupun konidium yang terbentuk karena terbelahnya ujung hifa. Hifa dari jamur Tolyplocladium inflatum, bila difermentasikan akan menghasilkan suatu senyawa polipeptida hidrofobik yakni Cyclosporine A yang mempunyai aktifitas sebagai immunosupresif dalam proses transplantasi jaringan dan organ.


KESIMPULAN

  1. Teknik pemisahan Cyclosporine A dengan menggunakan teknologi membran yang dilakukan dengan menggunakan variabel TMP dan diafiltrasi untuk mengetahui efek terhdapa Fouling (proses menurunnya kinerja membran karena terjadi perubahan perbedaan tekanan antar membran) dan polaniasasi membran yang seringkali mengakibatkan penurunan fluks fluida kerja. Dari hasil dapat disimpulkan bahwa aplikasi teknologi membran hibrid untuk pemisahan biomasa dari broth hasil fermentasi pada bioindustri khususnya industri bahan baku obat antibiotika sangat prospektif untuk dikembangkan. Untuk mendapatkan hasil yang optimal ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam aplikasi teknologi membran yakni kualitas broth hasil fermentas, proses strat up, back pulse untuk membersihkan pori membran, trans membran pressure serta kecepatan cross flow pada proses filtrasi.
  2. Dari berbagai perbandingan pelarut Petroleum Ether Acetone yang digunakan pada proses adsobsi didapatkan hasil optimum aktifitas Cyclosporine A sebesar 8899 mg/liter berdasarkan hasil analisa HPLC adalah petroleum ether (70%) Aceton (30%). Fenomena ini sesuai sesuai dengan sifat Cyclosporine A yang mempunyai struktur peptida hidrofob sehingga lebih larut dalam eluen yang bersifat relatif non polar .