Creating Today The Technology for Tomorrow
   
 Telusur Inovasi
 Membership
 Download
 Tips & Trik Hobi

 
 

PUSTAKA IPTEK

Jurnal Saint dan Teknologi BPPT

Link Terkait:
[ Resensi Buku Ilmiah ]
[ Jurnal Saint dan Teknologi BPPT ]
[ Link Perpustakaan ]

VII

VII.IIA.01

JUDUL :
PRODUKSI XILANASE PENGARUH KOMPOSISI MEDIA PADA PRODUKSI XILANASE DARI Bacillus stearothermophilus DSM 22 MENGGUNAKAN SUBSTRAT KULIT BUAH PISANG 

PENGARANG : Trismilah 1), Deden W 2), Sumaryanto.3)
1,2,)Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Bioindustri, BPPT
Lab Teknologi Bioindustri, Gd. 411, Lt.II, PUSPIPTEK, Serpong,Telp.021-7560536, 021-7560562 Ext. 3298, 4658, 1258 Fax : 021-7560562 Ext. 3298
3)Pusat Pengkajian Kebijakan Inovasi Teknologi, BPPT
Gd.II. Lt 13, Jl. MH. Thamrin No.8 Jakarta, 10340
Telp.021-3169459 Fax : 021 323582

Abstract
In order to anticipate for alternative finding on waste agriculture as local-cheap substrate and the needed of xylanase for paper and pulp industry on deinking and substitution of chlorine. The fermentation of inner and outer skin of cavendish and nangka banana as carbon source such as xylan, glucose etc were carried out with Bacillus Stearothermophillus DSM 22. The experiments were performed with 8 of pH, 55 oC of temperature and 250 rpm of agitation. The 18 h of C/N optimum ratio and 16 h of xylanase activity were 8/1 and 6,923 IU / min. ml, respectively. Furthermore, for 1 month storing the activity xylanase were decreased 75-80% and 45-50% at room temperature and 4 oC.

Keywords: Xylanase, B. stearothermophillus DSM 22, banana skin. 

SUMBER : 
Prosiding Seminar Teknologi untuk Negeri 2003, Vol. II, hal. 66-69 /HUMAS-BPPT/ANY

1. PENDAHULUAN
Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah seperti tertulis dalam Undang Undang Nomor 23 Th.1997 perihal pengelolaan lingkungan hidup yang mengatur dan melaksanakan proteksi atau perlindungan terhadap Sumber Daya Alam yaitu udara, air, pesisir dan laut, keanekaragaman hayati, pedesaan, perkotaan, lingkungan sosial agar tidak mengalami kerusakan atau pencemaran dari pelaksanaan kegiatan atau usaha baik yang dilaksanakan oleh peorangan, masyarakat dan badan usaha (1), maka perlu memberikan jaminan atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.
Pengembangan dan penelitian teknologi yang tepat guna mutlak diperlukan di kalangan industri, mengingat banyak hasil produksi dari suatu industri ternyata dapat diperoleh atau ditingkatkan kualitasnya setelah diterapkan penemuan bioteknologi pada proses produksinya. 
Enzim xilanase merupakan produk bioteknologi kegunaannya dibidang non pangan adalah untuk biobleaching pada industri pulp yang telah dilaporkan oleh peneliti-peneliti dari negara-negara yang sudah maju(2,3,4), selain itu juga dapat digunakan untuk industri makanan (5). Proses bleaching pada pulp dibutuhkan suhu 50-60 oC dan pH>7, sehingga diperlukan enzim yang tahan terhadap suhu tinggi. Bacillus stearothermophillus DSM 22 salah satu mikroorganisma penghasil ensim xilanase. Bakteri ini termasuk dalam golongan termofilik, yaitu bakteri yang tahan terhadap suhu tinggi dan diharapkan enzim yang dihasilkan mempunyai sifat yang tahan terhadap suhu tinggi(6, 7)
Proses produksi ensim menggunakan mikroorganisma sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, sehingga untuk memproduksi ensim yang maksimum kita harus mengoptimalkan faktor-faktor yang berperan diantaranya : media fermentasi, suhu, aerasi, agitasi, pH, serta strain yang digunakan. Media fermentasi memegang peranan penting karena untuk skala besar diperlukan media fermentasi yang murah dan mudah diperoleh serta dapat menghasilkan ensim sesuai dengan yang diharapkan.
Enzim xilanase dapat dihasilkan oleh mikroorganisme dengan sumber makanan dari limbah yang mengandung komponen lignoselulose dan karbohidrat. Salah satu contohnya yaitu limbah buah pisang berupa kulit buah pisang yang kira-kira 1/3 dari buah pisang belum dimanfaatkan hanya dibuang sebagai sampah.

KESIMPULAN DAN SARAN

Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa : 
- Media kulit buah pisang nangka dengan perbandingan C/N = 8/1 menghasilkan 
pertumbuhan dan memberikan aktivitas yang lebih bagus dibandingkan dengan media standar yaitu Nakamura (Nk) (4)

Untuk penelitian berikutnya sebaiknya ditambahkan molasses kedalam media untuk memperoleh pertumbuhan dan aktivitas yang lebih tinggi. Agar enzim lebih awet pada suhu kamar perlu dibuat tepung